Musyawarah Guru Usulkan Pelajaran P4 Dihidupkan Untuk Mencegah KOMUNISME

Dunia-q.com - Dunia Pendidikan 



Cegah Komunisme, Musyawarah Guru Usulkan Pelajaran P4 Dihidupkan

Indonesia
dunia-q.com - Teks Pancasila

Dunia-q.com –- Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Banjarnegara, mengusulkan agar mata pelajaran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dihidupkan kembali. Usulan ini mengemuka dalam kesimpulan akhir sarasehan 'Kajian Konflik Bahaya Laten Komunis' di Banjarnegara, Kamis (2/2).

''Usulan konkrit ini kami sampaikan pada Bapak Komdandan Kodim dan Kepala Dindikpora agar dibawa pada pemerintah pusat. Kami menilai mata pelajaran itu perlu diberikan lagi, karena fenomena akhir-akhir ini menyusul anyaknya berita-berita tentang bangkitnya gerakan komunis Indonesia,'' jelas Ketua MGMP IPS Djoko Harwanto,

Dalam serasehan itu, MGMP Banjarnegara antara lain menghadirkan Komandan Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Bagas Gunanto dan Kepala Dindikpora Banjarnegara Noor Tamami. Serasehan dihadiri sekitar 168 guru IPS se Kabupaten Banjarnegara.

Djoko menyebutkan, pertanyaan mengenai masalah komunis, belakangan juga sering ditanyakan pada siswa. Antara lain, mengenai ramainya anggapan bahwa logo Bank Indonesia pada uang baru yang dmirip logo palu arit, atau kabar di media sosial yang memajang simbol komunisme.

''Kami menilai, hal itu perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah, agar para siswa bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Salah satunya, kami menilai pelajaran mengenai P4 perlu dihidupkan kembali, agar para siswa bisa mendapat penjelasan konkrit mengenai apa itu Pancasila dan apa itu paham komunisme,'' katanya.

Dia menyebutkan, bila kondisi ini dibiarkan, maka para siswa membuat analisa sendiri mengenai apa itu Pancasila dan apa itu komunisme. Terlebih dalam kondisi sekarang, dimana akses informasi yang belum tentu bisa dipegang kebenarannya, begit deras meruyak di media sosial. ''Dalam kondisi ini, bukan tidak mungkin analisa yang dibuat para siswa menjadi keliru, karena pemahaman yang dimiliki mengenai Pancasila juga terbatas,'' jelasnya.




Sumber : Republika.co.id
loading...

Suka Dengan Artikel Kami? Tidak Salahnya Bukan Untuk Berlangganan Artikel Terbaru Dari Dunia-q.com Langsung Via E-mail Mu